Selasa, 12 Maret 2019

Anda Benar dan Saya Tidak Salah

0
Hi, it is such a long time to meet yourr Favorable author, h3h3h3h3 just kidding. okay today's post is tentang Anda Benar dan Saya Tidak Salah atau yang dalam istilah kerennya You're Right And I'm Not Wrong. Jadi mungkin ada yang bertanya kenapa istilah ini dibuat, btw istilah ini dibuat dari pemikiran ku sendiri, jadi kalo ada yang sama mungkin kita jodoh(ONLY FOR GIRL) :) .

 Jadi, kenapa istilah ini dibuat? ya sesuai basic dari beberapa post terakhir blog ini, pengalaman. Jadi ya ada beberapa pengalaman yang mendorong terciptanya Anda Benar dan Saya Tidak Salah. Jadi, apa maksudnya? dan kenapa bisa terbesat pemikiran seperti ini

1. Pola Pikir Itu Berbeda.
   Setiap manusia pasti mempunyai pola pikir yang berbeda-beda, dengan prinsip yang ditekankan secara berbeda pula. Ketika kita berusaha "mensingkronkan" pola pikir orang 1 dan orang 2 bisa sama tapi chance nya lebih besar ke berbeda, walaupun sama, tetap saja akan ada sedikit perbedaan sehingga salah 1 pihak harus "mengalah" dari hmmm.... Let say "idealisme" orang tersebut. Tapi tindakan menyamakan tersebut sangat bertolak belakang dengan judul ini. Kenapa, karena memang manusia BEBAS dan BERHAK menentukan apa yang menurut mereka terbaik.

2. Keadilan Tak Harus Sama
    Hmmm, mungkin seperti ini kali ya, aku punya pemikiran seperti Adil Tak Harus Sama dan Sama Belum Tentu Adil . Jadi seperti itulah kenapa terkadang jika seseorang beranggapan penyamarataan itu sebuah bentuk "keadilan" sangat bertolak belakang dengan judul diatas. Konsep Keadilan Harus 
 Sama harus segera dibuang jauh-jauh, karena sangat rentan. Rentan kenapa? aku juga tak tau, tapi sepanjang perjalanan hidup ku, bentuk "kesamaan" itu terkadang malah menjadi tidak adil.


Jadi, apa point yang bisa kita raih, semua bentuk argumen ialah benar, yang salah jika sudah berbohong. Selama jujur kita bisa benar TAPI tidak bisa MEMBENARKAN orang lain karena mereka belum tentu salah. Biasanya setelah perbedaan ini terjadi, malah perpecahan yang timbul karena perbedaan tersebut. Toleransi seperti itu yang maap aku harus bilang di Indonesia ini masih sangat kurang. Mereka terkadang pasrah mengikuti alur yang ada, tapi ketika ada orang yang stand di posisi yang berbeda, stand untuk istilahnya "menentang" sebuah sistem, tak jarang satu pihak tersebut akan "diserang". Jadi(wkwkwk kebanyakan jadi :v) belajar untuk jadi "keras kepala". 
       
       Yap, kurang lebih sekian, bacotan anak baru dapet KTP semoga bisa dapet sesuatu dan teruslah jadi berbeda selama kita stand diarah yang benar. 
BYE-BYE :)



 


Read More

Kamis, 28 Februari 2019

Organization Adapt

0
Well Hello from 2019, setahun sudah berlalu(based on year)hehehe, artikel kali inin akan sedikit membahas bagaimana seharusnya atau sebaiknya kalian dalam bertindak apabila mengikuti sebuah organisasi atau komunitas yang mana terdapat banyak orang didalamnya, dan seperti biasa obviously ini adalah opini pribadi hehehe.  LET'S GO.

(ps: image from google)


1. Being Yourself
    Yang pertama harus dilakukan dalam berorganisasi adalah secara pribadi adalah menjadi dirimu sendiri, jangan terlalu memaksa menjadi sesuatu yang kamu rasa itu bukan kamu, atau terlalu memaksakan menjadi "orang lain", hal terpenting paling pertama adalah menjadi dirimu sendiri.

2. Buat Dirimu Nyaman
    Yang kedua dalam bertindak dalam suatu organisasi adalah buatlah dirimu nyaman dan senyaman mungkin dalam organisasi yang sedang kamu tekuni, jika sudah mulai merasa nyaman dengan lingkungan organisasimu niscaya kemudahan dalam hal sulit akan bisa didapat, dan yang penting adalah tekuni apa yang telah kamu pilih.

3. Passionate
    Yang ketiga yaitu hasrat dan gairah dalam artian semangat dalam menjalani organisasimu, tekuni apa yang sudah kamu buat, butuh sedikit pengorbanan memang tapi jika tekun percayalah didalam organisasi tersebut pengembangan dirimu akan berkembang dalam berbagai aspek.

4. Ignorance
    Yang membungkus semua aspek diatas adalah ignorance atau ketidakpedulian, yap dalam artian pasti ada yang tidak suka dengan apa yang kamu kerjakan, disini bukan artian dalam artian menutup diri dari kritikan tetapi kita kan bisa memilah mana yang kritik dan mana yang hate. Tidak peduli dengan hate akan membuat kamu bisa lebih tenang dalam menjalankan kegiatan mu

5. Open Minded
     Peduli kritikan, jangan menutup diri. Mungkin ada yang mengkritik tapi memang sedikit pedas tapi ambillah sisi positif dari kritikan tersebut sebagai acuan dan pijakan kamu agar makin kuat.

Yap sekian hari ini, maap yak kalo kurang jelas, lagi sedang berproses hehehe.
   See Ya! To the next post.    
 
Read More

Minggu, 18 November 2018

critical thinker.

0
Hi! back again with another article, hari ini admin akan sedikit beropini tentang bagaimana sosok pemikir cerdas atau bisa dibilang critical thinker kali ya wkwkwk. Oke check this out!

   N.B : pict source is on google, type "critical thinker" then check it on google image


BAGAIMANA SOSOK PEMIKIR CERDAS? 
Sebelum menuju pokok bahasan ,kita kaji terlebih dahulu apa itu berfikir. Berfikir adalah fungsi kognitif tingkat tinggi dan analisis proses berpikir menjadi bagian dari psikologi kognitif(daya ingat, persepsi, pemecahan masalah,dll). Jadi apa korelasinya Antara berfikir dan Pemikir Cerdas? Pemikir cerdas itu adalah orang yang mengimplementasikan psikologi kognitifnya menjadi sesuatu yang lebih logictable, yang lebih relevan dan lebih kredibel . Seorang yang berfikir cerdas biasanya berfikir dengan data. Tentu saja, data tersebut telah dikaji dari sumber kredibel untuk mendapatkan fakta yang kongkrit. Ya, orang yang berfikir cerdas mempunyai siklus Data => Fakta, dan biasanya pemikir cerdas lebih condong kepada fakta bukan media.   
Bagaimana cara mendapatkan fakta? Ya dengan menghindari hoax.
Bagaimana cara untuk menghindari hoax? Ya dengan mencari berita yang kongkrit/benar adanya.
Bagaimana cara mendapatkan berita yang kongrkit dan kredibel tersebut? Ya dengan cara tidak hanya mempunyai satu sudut pandang saja, kita harus lebih “open eyes” tentang bagaimana sudut pandang dari “titik” yang lain.
Bagaimana cara agar kita lebih “open eyes” untuk mencari sudut pandang lain? Dengan tidak mempercayai orang seutuhnya, bahkan orang yang kita rasa “dekat” dengan kita bisa saja “menusuk” kita dari belakang.
Hoax muncul karena adanya celah antar Fakta dan data, sehingga dari ketimpangan 2 hal tersebut muncul hal yang menurut orang lebih “menarik” karena kebanyakan hoax itu berbeda diantara Fakta dan Data. Hoax juga muncul karena kurangnya data, sehingga fakta tidak dapat terangkat/ dipublikasi dengan benar. Sebagai contoh dimedia, Pak Jokowi dikatakan sebagai PKI, tapi nyatanya saat PKI muncul, beliau baru saja berumur 4 tahun.(https://news.detik.com/berita/4273158/jokowi-curhat-kena-hoax-terus-astaghfirullah-sabar-ada-batasnya). Nah kerena ada celah Antara fakta dan data yang kurang, sehingga Hoax itu di blow up. Balik lagi, tujuan hoax itu bisa untuk menjatuhkan seseorang, sampai bahkan dapat memecah belah bangsa.

Seorang pemikir cerdas adalah orang yang dapat berfikir dengan data bukan dengan media, seorang pemikir cerdas dapat memilah mana yang benar mana salah, sehingga hal-hal yang kontradiktif dapat “dikaji” terlebih dahulu sehingga celah ketimpangan fakta dan data dapat diketahui. Pemikir cerdas dapat dilatih lho, sejak kecil bahkan. Ya, benar, dengan pendidikan yang mempuni, sehingga pola pikir pun dapat terbentuk.

Hmmm.... i think that's all, put ur comment below.
See ya!
Read More