Kamis, 28 Februari 2019

Organization Adapt

0
Well Hello from 2019, setahun sudah berlalu(based on year)hehehe, artikel kali inin akan sedikit membahas bagaimana seharusnya atau sebaiknya kalian dalam bertindak apabila mengikuti sebuah organisasi atau komunitas yang mana terdapat banyak orang didalamnya, dan seperti biasa obviously ini adalah opini pribadi hehehe.  LET'S GO.

(ps: image from google)


1. Being Yourself
    Yang pertama harus dilakukan dalam berorganisasi adalah secara pribadi adalah menjadi dirimu sendiri, jangan terlalu memaksa menjadi sesuatu yang kamu rasa itu bukan kamu, atau terlalu memaksakan menjadi "orang lain", hal terpenting paling pertama adalah menjadi dirimu sendiri.

2. Buat Dirimu Nyaman
    Yang kedua dalam bertindak dalam suatu organisasi adalah buatlah dirimu nyaman dan senyaman mungkin dalam organisasi yang sedang kamu tekuni, jika sudah mulai merasa nyaman dengan lingkungan organisasimu niscaya kemudahan dalam hal sulit akan bisa didapat, dan yang penting adalah tekuni apa yang telah kamu pilih.

3. Passionate
    Yang ketiga yaitu hasrat dan gairah dalam artian semangat dalam menjalani organisasimu, tekuni apa yang sudah kamu buat, butuh sedikit pengorbanan memang tapi jika tekun percayalah didalam organisasi tersebut pengembangan dirimu akan berkembang dalam berbagai aspek.

4. Ignorance
    Yang membungkus semua aspek diatas adalah ignorance atau ketidakpedulian, yap dalam artian pasti ada yang tidak suka dengan apa yang kamu kerjakan, disini bukan artian dalam artian menutup diri dari kritikan tetapi kita kan bisa memilah mana yang kritik dan mana yang hate. Tidak peduli dengan hate akan membuat kamu bisa lebih tenang dalam menjalankan kegiatan mu

5. Open Minded
     Peduli kritikan, jangan menutup diri. Mungkin ada yang mengkritik tapi memang sedikit pedas tapi ambillah sisi positif dari kritikan tersebut sebagai acuan dan pijakan kamu agar makin kuat.

Yap sekian hari ini, maap yak kalo kurang jelas, lagi sedang berproses hehehe.
   See Ya! To the next post.    
 
Read More

Minggu, 18 November 2018

critical thinker.

0
Hi! back again with another article, hari ini admin akan sedikit beropini tentang bagaimana sosok pemikir cerdas atau bisa dibilang critical thinker kali ya wkwkwk. Oke check this out!

   N.B : pict source is on google, type "critical thinker" then check it on google image


BAGAIMANA SOSOK PEMIKIR CERDAS? 
Sebelum menuju pokok bahasan ,kita kaji terlebih dahulu apa itu berfikir. Berfikir adalah fungsi kognitif tingkat tinggi dan analisis proses berpikir menjadi bagian dari psikologi kognitif(daya ingat, persepsi, pemecahan masalah,dll). Jadi apa korelasinya Antara berfikir dan Pemikir Cerdas? Pemikir cerdas itu adalah orang yang mengimplementasikan psikologi kognitifnya menjadi sesuatu yang lebih logictable, yang lebih relevan dan lebih kredibel . Seorang yang berfikir cerdas biasanya berfikir dengan data. Tentu saja, data tersebut telah dikaji dari sumber kredibel untuk mendapatkan fakta yang kongkrit. Ya, orang yang berfikir cerdas mempunyai siklus Data => Fakta, dan biasanya pemikir cerdas lebih condong kepada fakta bukan media.   
Bagaimana cara mendapatkan fakta? Ya dengan menghindari hoax.
Bagaimana cara untuk menghindari hoax? Ya dengan mencari berita yang kongkrit/benar adanya.
Bagaimana cara mendapatkan berita yang kongrkit dan kredibel tersebut? Ya dengan cara tidak hanya mempunyai satu sudut pandang saja, kita harus lebih “open eyes” tentang bagaimana sudut pandang dari “titik” yang lain.
Bagaimana cara agar kita lebih “open eyes” untuk mencari sudut pandang lain? Dengan tidak mempercayai orang seutuhnya, bahkan orang yang kita rasa “dekat” dengan kita bisa saja “menusuk” kita dari belakang.
Hoax muncul karena adanya celah antar Fakta dan data, sehingga dari ketimpangan 2 hal tersebut muncul hal yang menurut orang lebih “menarik” karena kebanyakan hoax itu berbeda diantara Fakta dan Data. Hoax juga muncul karena kurangnya data, sehingga fakta tidak dapat terangkat/ dipublikasi dengan benar. Sebagai contoh dimedia, Pak Jokowi dikatakan sebagai PKI, tapi nyatanya saat PKI muncul, beliau baru saja berumur 4 tahun.(https://news.detik.com/berita/4273158/jokowi-curhat-kena-hoax-terus-astaghfirullah-sabar-ada-batasnya). Nah kerena ada celah Antara fakta dan data yang kurang, sehingga Hoax itu di blow up. Balik lagi, tujuan hoax itu bisa untuk menjatuhkan seseorang, sampai bahkan dapat memecah belah bangsa.

Seorang pemikir cerdas adalah orang yang dapat berfikir dengan data bukan dengan media, seorang pemikir cerdas dapat memilah mana yang benar mana salah, sehingga hal-hal yang kontradiktif dapat “dikaji” terlebih dahulu sehingga celah ketimpangan fakta dan data dapat diketahui. Pemikir cerdas dapat dilatih lho, sejak kecil bahkan. Ya, benar, dengan pendidikan yang mempuni, sehingga pola pikir pun dapat terbentuk.

Hmmm.... i think that's all, put ur comment below.
See ya!
Read More

Sabtu, 20 Oktober 2018

"Ur Circle" decrease ur social circle

0
       i took that pict from google, just search "friend is bullshit" walaa, there u got. hmm mungkin ini agak subjektif sedikit but i try buat se objektif mungkin.

Okay mungkin ada tanya why the hell that i choose this title to my recent post? hmm, simple answer, i just wondering why and my mind somehow ask, why someone following each other when their do the same thing, "but sacrifice" their social circle like..hmm...

Dan mungkin gue juga termasuk orang yang berpikir bahwa BFF never exist, i doubt that best friend is exist too.

1. Kenapa gw bilang gitu? based on my experience, teman itu muncul ketika lu punya kelebihan, dan ketika kelebihan lo itu sama, maka boom walaa, lu berada di circle lu sendiri

2. kalo udah punya circle sendiri? sadar ga sadar lu bakal menjauh dari hmm let say temen yang emang udah lebih lama temenan ama lu, buat ngambil ke arah circle baru lu tersebut

3. kalo udah ada circle baru? yaaa, social circle lu otomatis akan di decrease sama lu sendiri.

jadi what is a real friend mean? kalo buat gw, i don't believe friend, just human relation, tapi kadang human relation yang di indikasikan sebagai friend itu ribet juga wkwkwk, u got hurt by them, somehow u feel happy, u sad...yaa, it's totally complicated
  trus kalo ada yang nanya, lu believe siapa? God(for me)
  believe me, lu curhat to ur god itu menenangkan, really is. rasanya plong aja gitu

gada kesimpulan gw curhat doang wkwkwk, mungkin ada sama or different with me, put that in comment section box below wkwkwk, SEE YA!
Read More